Senin, 03 Desember 2012
Wonorejo Dam
Dam adalah bendungan Wonorejo yang terletak di Desa Wonorejo, Kabupaten Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Indonesia. Ini adalah sekitar 12 km dari pusat kota. Dengan sekitar 122 juta meter kubik kapasitas, bendungan Wonorejo menjadi salah satu bendungan terbesar di Indonesia, bahkan Asia Tenggara. Wonorejo bendungan dinyatakan pada tahun 2001 oleh Presiden Indonesia, Megawati Soekarnoputri, setelah dibangun hampir 9 tahun sejak tahun 1992. Bendungan Wonorejo memiliki fungsi sebagai kekuatan listrik dan sumber air minum di Provinsi Jawa Timur. Bendungan ini juga berfungsi untuk menghindari banjir di Tulungagung, bersama-sama dengan Dam Neyama di Besuki Kabupaten. Sekarang pada, Wonorejo bendungan juga berfungsi sebagai salah satu obyek wisata di Tulungagung, selain Pantai Popoh. Beberapa fasilitas yang dibangun di sekitar Dam Wonorejo, salah satunya adalah Swah-Loh Resort. Selain berfungsi sebagai PLTA dan sebagai irigasi, Wonorejo Dam juga diperkenalkan sebagai obyek wisata yang menyajikan fasilitas yang nyaman dan rekreasi. Dalam konsep, Wonorejo Dam bertujuan untuk memasok air bersih di wilayah Tulungagung dan juga sebagai sarana irigasi di daerah Pagerwojo. Sebagai salah satu obyek wisata di Tulungagung, Wonorejo Dam dilengkapi dengan kano, area untuk berkemah, garis helikopter, memancing dan sirkuit standart untuk Motocross acara dan off road. Dengan sekitar 15 km dari pusat kota, Dam Wonorejo mudah dijangkau. Selain itu, para pengunjung akan menikmati perjalanan mereka ke Dam Wonorejo, karena memiliki pemandangan yang indah dan dilengkapi dengan resor dan villa dengan kualitas tinggi. Alam bukit adalah segar dengan lembah dingin dan udara bersih, sangat nyaman dan alami di daerah tropik. Bendungan Wonorejo menggunakan konsep pengecoran di bukit dan memiliki nilai seni bagi para pengunjung. Obyek wisata ini juga memiliki lingkungan yang bersih yang membuat pengunjung akan terus untuk waktu yang lama. Banyak kegiatan yang diadakan di sini, baik di daerah dan tingkat nasional. Setiap tahun peristiwa, nasional kertas layang-layang kompetisi, motorcross dan 4WD OFFROAD kompetisi, busur dan kompetisi sempit, dll Misi lain dari rentetan Wonorejo sedang mencoba untuk mengembangkan gunung konsep pariwisata di Tulungagung, sehingga konsep pariwisata tidak hanya di sektor pantai atau agrobisnis, tetapi juga fasilitas umum yang penting dapat memaparkan untuk pariwisata. Pada hari, Tulungagung tidak hanya dikenal sebagai kota marmer, tetapi juga sebuah kota yang menyajikan tempat rekreasi banyak.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar