Kamis, 19 April 2012

♥ SHALAT-LAH SEBELUM KITA DISHALATKAN..!! ♥

بِسْــــــــــــــــمِ اللّهِ ارَّحْمَنِ ارَّحِيْمِ. Ketika Allah Subhanahu Wa Ta`ala selesai menciptakan Malaikat Jibril dengan bentuk yang cantik, dan Allah Subhanahu Wa Ta`ala menciptakan pula baginya 600 sayap yang panjang , sayap itu antara timur dan barat (pendapat lain menyatakan 124, 000 sayap). Setelah memandangi dirinya yang tampak begitu Indah dan sempurna, maka Malaikat Jibril pun berkata kepada Allah Subhanahu Wa Ta`ala: “Wahai Rabb-ku, apakah Engkau menciptakan makhluk lain yang lebih baik daripada aku..?” Kemudian Allah Subhanahu Wa Ta`ala pun menjawab pertanyaan malaikat Jibril: “Tidak..!” Mendengar jawaban Allah Subhanahu Wa Ta`ala, maka malaikat Jibril pun berdiri dan melakukan Shalat dua rakaat untuk bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta`ala. Pada setiap rakaat Shalat yang dikerjakan oleh malaikat Jibril menghabiskan masa selama 20.000 tahun lamanya. Setelah malaikat Jibril selesai melaksanakan Shalatnya, kemudian Allah Suhanahu Wa Ta`ala pun berfirman kepadanya; “Wahai Jibril, kamu telah menyembah AKU dengan ibadah yang bersungguh-sungguh, dan tidak ada seorang pun yang menyembah kepada-KU seperti ibadah yang kamu lakukan, akan tetapi di akhir zaman nanti akan datang seorang Nabi yang mulia, yang paling AKU cintai, ia bernama Muhammad. Dia mempunyai umat yang lemah dan sentiasa berdosa. Seandainya mereka mengerjakan Shalat dua rakaat walau hanya sebentar, dan dalam keadaan lupa serta serba kurang, dengan pikiran yang melayang-layang dan dosa mereka-pun besar, maka demi kumuliaan-KU dan ketinggigan-KU, sesungguhnya Shalat mereka itu lebih AKU sukai daripada Shalat-mu. Hal tersebut karena mereka telah mengerjakan Shalat itu atas perintah-KU sedangkan Shalat kamu bukan atas perintah-KU”. Setelah mendengar hal tersebut, Jibril pun kembali bertanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta`ala: “Ya Rabb-ku, apakah yang Engkau berikan kepada mereka sebagai ganjaran atas ibadah mereka kepada-Mu?” Maka Allah Subhanahu Wa Ta`ala berfirman yang artinya: “Ya Jibril, akan Aku berikan Syurga Ma’waa sebagai tempat tinggal mereka…”. Malaikat Jibril kemudian meminta izin kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala untuk melihat Syurga Ma’wa tersebut. Setelah Allah Subhanahu Wa Ta'ala memberikan izin kepadanya, maka malaikat Jibril pun langsung mengembangkan sayapnya dan terbang menuju surga Ma’wa tersebut. Satu kepakan sayap malaikat Jibril adalah sama dengan jarak perjalanan selama 3000 tahun. Dan terbang-lah malaikat Jibril selama 300 tahun perjalanan. Setelah menempuh 300 tahun perjalanan, malaikat Jibril akhirnya kelelahan dan turun untuk singgah dan berteduh di bawah sebuah pohon. Di sana ia bersujud kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala seraya berkata: “Ya Rabb-ku, apakah aku telah menempuh setengah, atau sepertiga, atau seperempat dari perjalanan menuju Syurga Ma’wa..?”. Maka Allah Subhanahu Wa Ta'ala pun berfirman: “Wahai Jibril, meskipun kamu mampu terbang selama 3000 tahun dan meskipun Aku memberikan kekuatan kepada-mu seperti kekuatan yang engkau miliki, lalu kamu terbang seperti yang telah kamu lakukan, niscaya kamu tidak akan sampai kepada sepersepuluh dari beberapa perpuluhan yang telah kuberikan kepada umat Muhammad terhadap imbalan Shalat dua rakaat yang mereka kerjakan…..” ------------------------------------- Subhanallah… Betapa Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah mempersiapkan bingkisan yang sangat indah dan bernilai tinggi bagi orang-orang yang senantiasa mengerjakan Shalat dan beribadah hanya kepada-Nya saja. Bahkan malaikat sebagai makhluk yang paling taat pun tidak dapat melihat atau mencapainya. Betapa bodoh dan hinanya kita yang telah menyepelekan perintah shalat, yang di dalamnya terdapat nikmat yang sangat luar biasa. Sebenarnya, shalat itu bukanlah perkara yang berat untuk dikerjakan. Untuk mengerjakan shalat, seseorang tidak harus membanting tulang dan atau memeras keringat terlebih dahulu. Mengerjakan shalat juga tidak harus menyiapkan waktu yang panjang. Intinya, mengerjakan shalat itu bukanlah sebuah pekerjaan yang akan melelahkan atau menyedot sebagian atau seluruh energi kita. Justru dengan shalat ini-lah, jiwa dan raga kita yang telah letih karena seharian bekerja akan beristirahat dan mengumpulkan energinya kembali. Dengan sholat, pikiran yang kusut akan kembali fresh. Aneh rasanya, jika kita telah mengetahui bahwa shalat adalah salah satu ibadah wajib yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala namun kita berani meninggalkannya. Seandainya saja semua manusia itu mengerti bahwa perintah shalat adalah perintah yang akan memberikannya ganjaran yang tidak terkira besarnya, niscaya mereka akan sangat menyesal karena telah mengabaikan atau meremehkan perintah shalat ini. Mari-lah kita senantiasa bertakwa kepada Allah Subhanahu`Wa Ta`ala dengan sebenar-benar takwa. Dan marilah kita selalu menjalankan dan menjaga kewajiban-Nya yang paling besar setelah dua kalimat syahadat, yaitu kewajiban shalat. Allah Subhanahu Waa Ta'ala memerintahkan untuk mengerjakannya tidak hanya sekali dalam sehari. Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah mewajibkan kepada kita untuk menjalankannya lima waktu dalam sehari semalam, pada waktu-waktu yang tidak merugikan sedikit pun bagi aktivitas kita. Bahkan sangat membantu dan menguntungkan kegiatan kita sehari-hari. Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menyebutkan ancaman yang sangat keras bagi orang-orang yang meremehkan kewajiban shalat. Tentu saja ini menunjukkan betapa besarnya kewajiban ini di sisi Allah Subhanahu wata’ala. Sebagaimana tersebut dalam firman-Nya: ”Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui siksa yang sangat keras dan berlipat-lipat. Kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikit pun.” (QS. Maryam: 59-60) Al-Imam Al-Bukhari dan Muslim rahimahumallah dalam Shahih keduanya, yaitu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyerupakan shalat lima waktu dengan sungai yang mengalir di depan pintu seorang muslim dan digunakan untuk mandi sebanyak lima kali dalam sehari, sehingga akan menghilangkan kotoran-kotoran yang melekat di badannya. Begitu pula shalat lima waktu, akan menghapus dosa-dosa seorang muslim yang selalu menjalankan dan menjaganya. Sungguh berbahagia-lah orang-orang yang mencintai shalat. Yaitu orang-orang yang merasakan shalat itu sebagai penyejuk matanya. Dan menjadikannya seakan-akan kenikmatan Syurga bagi hatinya. Sehingga ketika menjalankannya, dia merasa berat untuk keluar darinya. Karena ketika menjalankannya, dia menjadikan shalat sebagai saat beristirahat dari capainya urusan dunia. Dia merasa telah keluar dari kesempitan kehidupan dunia yang seakan-akan merupakan penjara bagi dirinya. Dan sebaliknya, sungguh celaka-lah orang-orang yang tidak mencintai dengan sebenar-benarnya kewajiban yang besar ini. Yaitu orang-orang yang merasa sangat berat untuk menjalankannya. Sehingga dia pun selalu menjalankannya di akhir waktunya, bahkan mungkin di luar waktu. Ketika menjalankannya pun tidak memerhatikan rukun-rukunnya dan ingin segera selesai serta keluar darinya. Itupun ketika dia mengerjakannya dengan tidak menghadirkan hatinya. Bahkan yang hadir saat itu adalah hal-hal yang berkaitan dengan dunianya. Semoga bermanfaat.!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar